Press "Enter" to skip to content

6 Keutamaan Ibadah Haji dan Inilah Cara Mendapat Haji Mabrur

nasihat 0

 

keutamaan ibadah haji

Apa saja keutamaan ibadah haji dan bagaimana cara mendapatkan haji mabrur?

Alhamdulillah kita sudah memasuki bulan yang mulai yaitu bulan Dzulhijjah dimana dibulan ini ada ibadah yang sangat mulia yang di kerjakan di tanah suci yaitu haji. Sudah kita ketahui bahwa ibadah haji merupakan ibadah yang mulia karena termasuk rukun Islam yang lima, dan dikerjakan bagi siapa yang mampu. Banyak sekali manfaat dan keutamaan bagi siapa yang menunaikan ibadah haji

Keutamaan ibadah Haji

Keutamaan ibadah Haji banyak di sebutkan dalam Al Qur’an dan juga hadits nabi Muhammad shalallahu alaihi wa salam. Diantara keutamaan ibadah haji adalah sebagai berikut

Pertama : Haji Merupakan Amalan yang Mulia dan termasuk rukun Islam ke lima, dalam sebuah hadits

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

سُئِلَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – أَىُّ الأَعْمَالِ أَفْضَلُ قَالَ « إِيمَانٌ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ » . قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ « جِهَادٌ فِى سَبِيلِ اللَّهِ » . قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ « حَجٌّ مَبْرُورٌ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, “Amalan apa yang paling afdhol?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” Ada yang bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Jihad di jalan Allah.” Ada yang bertanya kembali, “Kemudian apa lagi?” “Haji mabrur”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari )

Jadi haji yang mabrur merupakan amalan yang paling mulia.

 

Kedua: Haji menghantarkan manusia menuju surga Allah subhanahu wa ta’ala, dalam sebuah hadits

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ

 

“Dan haji mabrur tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga.” (HR. Bukhari & Muslim ). Imam an- Nawawi  menjelaskan, bahwa Yang dimaksud dengan ‘tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga’, adalah haji mabrur tidak cukup jika pelakunya dihapuskan sebagian kesalahannya. Bahkan dia pantas untuk masuk surga.”

Baca juga Keistimewaan Puasa Arafah

Ketiga: Haji termasuk jihad fii Sabilillah yang paling afdol (jihad di jalan Allah) dalam sebuah hadits

Dari ‘Aisyah—ummul Mukminin—radhiyallahu ‘anha, ia berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ ، نَرَى الْجِهَادَ أَفْضَلَ الْعَمَلِ ، أَفَلاَ نُجَاهِدُ قَالَ « لاَ ، لَكِنَّ أَفْضَلَ الْجِهَادِ حَجٌّ مَبْرُورٌ »

 

“Wahai Rasulullah, kami memandang bahwa jihad adalah amalan yang paling afdhol. Apakah berarti kami harus berjihad?” “Tidak. Jihad yang paling utama adalah haji mabrur”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari )

Ini menunjukkan bahwa haji merupakan jihad yang paling utama kenapa? Karena seorang yang berjihad di membutuhkan banyak tenaga dan finansial yang cukup

 

Keempat: Haji akan menghapuskan dosa-dosa dan kesalahan, dalam sebuah hadits

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa ia mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ حَجَّ لِلَّهِ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ

 

“Siapa yang berhaji ke Ka’bah lalu tidak berkata-kata jorok dan tidak berbuat fasik maka dia pulang ke negerinya sebagaimana ketika dilahirkan oleh ibunya.” (HR. Bukhari ).

 

Seorang yang haji dan di sana ia bisa beribadah dengan baik tidak mengucapkan kata-kata yang jorok dan juga tidak berbuat fasik dan dosa maka ia akan diampuni dosa-dosanya, bersih seperti baru lahir ke dunia.

 

Kelima: Haji akan menghilangkan kefakiran/miskin dan dosa, dalam sebuah hadits

 

Dari Abdullah bin Mas’ud, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِى الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ وَالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَلَيْسَ لِلْحَجَّةِ الْمَبْرُورَةِ ثَوَابٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ

 

“Ikutkanlah umrah dan haji, karena keduanya  menghilangkan kefakiran/miskin dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran dapat menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Sementara tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga.” (HR. An Nasai , Tirmidzi, dan Ahmad dan di nilai Hasan shohib oleh Syaikh Al Albani)

annashihah.com

Keenam: Orang yang berhaji adalah tamu Allah

Dalam sebuah hadits

Dari Ibnu ‘Umar, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

الْغَازِى فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَالْحَاجُّ وَالْمُعْتَمِرُ وَفْدُ اللَّهِ دَعَاهُمْ فَأَجَابُوهُ وَسَأَلُوهُ فَأَعْطَاهُمْ

 

“Orang yang berperang di jalan Allah, orang yang berhaji serta berumroh adalah tamu-tamu Allah. Allah memanggil mereka, mereka pun memenuhi panggilan. Oleh karena itu, jika mereka meminta kepada Allah pasti akan Allah beri” (HR. Ibnu Majah dihasankan oleh Syaikh Al Albani).

Baca juga Doa yang dibaca Pada Hari Arafah

Cara Mendapatkan Haji Mabrur

 

  1. Ikhlas

yaitu mengharap pahala dari Allah subhanahu wa ta’ala, Allah berfirman :

 

وَاَتِمُّوا الۡحَجَّ وَالۡعُمۡرَةَ لِلّٰهِؕ

 

“Dan hendaklah kalian menyempurnakan Haji dan Umrah karena Allah” (QS Al Baqoroh : 196)

 

Dalam hadits Qudsi Allah ta’ala berfirman

 

أَنَا أَغْنَى الشُّرَكََاءِ عَنِ الشِّرْكِ مَنْ عَمِلَ عَمَلاً أََشْرَكَ فِيْهِ غَيْرَهُ تَرَكْتُهُ وَ شِرْكَهُ

 

“Aku adalah zat yang paling tidak butuh dengan sekutu, barang siapa mengamalkan sebuah amalan dia menyekutukan Aku di dalam amalan tersebut maka aku tinggalkan dia dan sekutunya” (HR. Muslim)

Sudah sepantasnya bagi orang yang menginginkan pahala untuk mengikhlaskan semuanya untuk Allah.

 

  1. Mengikuti anjuran/Sunnah nabi Muhammad shalallahu alaihi wa salam

Beliau shalallahu alaihi wa salam bersabda,

 

لِتَأْخُذُوا مَنَاسِكَكُمْ فَإِنِّى لاَ أَدْرِى لَعَلِّى لاَ أَحُجُّ بَعْدَ حَجَّتِى هَذِهِ

 

“Hendaklah kalian mengambil dariku manasik kalian karena sesungguhnya aku tidak tahu mungkin aku tidak haji lagi setelah hajiku ini” (HR. Muslim)

Oleh karena itu hendaknya oaranga yang ingin pahala haji mabrur untuk mengikuti tata cara haji nabi shalallahu alaihi wa salam

  1. Tidak Berbuat Kemaksiatan dan larangan

Hendaknya orang yang haji hendaknya tidak melakukan kemaksiatan atau larangan yang bisa mengurangi pahala haji, dengan seperti itu in syaa Allah akan menjadi haji mabrur

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam bersabda :

 

مَنْ حَجَّ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَمَا وَلَدَتْهُ أُمُّهُ

 

“Barang siapa yang berhaji karena Allah kemudian dia tidak melakukan rofas, dan tidak melakukan kefasikan maka dia akan kembali seperti ketika dilahirkan oleh ibunya” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Yang dimaksud dengan Rofats disini adalah melakukan hubungan badan suami istri/jima’ sedangkan yang dimaksud dengan kefasikan adalah kemaksiatan.

Oleh sebab itu hendaknya orang yang berhaji menjaga hati, lisan dan tindakannya dari kemaksiatan dan takut kepada Allah

  1. Berbuat baik kepada Orang Lain

Diantara contohnya adalah dengan memberi makan untuk orang lain, menebar salam dan bertutur kata yang baik, dan yang lainnya.

Nabi kita Muhammad shalallahu alaihi wa salam bersabda ketika ditanya oleh sahabatnya tentang haji yang mabrur beliau mengatakan yang artinya ” memberi makan dan menebarkan salam. Dalam riwayat yang lain beliau mengatakan ” memberi makan dan ucapan yang baik”

Baca Juga Amalan yang dianjurkan di bulan Dzulhijjah

  1. Menggunakan Harta yang Halal

Wajib bagi yang haji untuk menggunakan harta yang halal supaya hajinya menjadi haji mabrur

Nabi shalallahu alaihi wa salam bersabda

 

أَيُّهَا النَّاسُ ؛ إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إِلَّا طَيِّبًا

 

“Wahai manusia sesungguhnya Allah itu maha baik tidak menerima kecuali yang baik” (H.R. Muslim)

 

  1. Memperbanyak dzikir dan ingat kepada Allah

Hendaknya seorang yang berhaji menggunakan waktunya sebaik mungkin di tanah suci salah satunya dengan berdzikir dan ingat kepada Allah dengan hati, lisan dan anggota badannya.

 

Semoga Allah subhanahu wata’ala memudahkan kita semua  untuk mendapatkan Haji mabrur.

Inilah keutamaan haji mabrur dan cara mendapatkan haji mabrur

semoga kita bisa berangkat ke tanah suci untuk beribadah kepada-Nya dan memenuhi panggilan-Nya, Aamiin

 

Semoga Allah mengaruniakan kita haji yang mabrur yang tidak ada balasan selain surga.

 

 

Referensi

Rumaysho.com

Ilmiyyah.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *