Press "Enter" to skip to content

3 Kedudukan Wanita Dalam Islam dan Keutamaan Anak Perempuan

nasihat 0

Kedudukan wanita dalam islam dan keutamaan anak perempuan

kedudukan wanita dan keutamaan anak perempuan

kedudukan wanita dalam islam memeiliki kedudukan yang tinggi dan istimewa dalam agama islam. Ketika masih kecil ia bisa menjadi penghalang orang tuanya dari api neraka, saat ia dewasa , dia menjadi penyempurna  setenga agama bagi suaminya, Ketika tua ada surga di telapak kai ibu. Seperti itulah kedudukaan istimewa wanita dalam agama islam

Kita akan jelaskan kedudukan wanita dalam agam islam

Kedudukan Wanita dalam islam

Pertama kedudukan wanita dalam islam sebagai penghalang neraka, keutamaan anak perempuan menjadi penghalang api neraka bagi orang tuanya

Kedudukan wanita dalam islam yang pertama adalah saat ia kecil. Anak perempuan saat kecil bisa menjadi penghalang orang tua dari apai neraka bahkan bisa menjadikan orang tua tetangga dengan Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa salam. Menjadi orang yang bisa bertetangga dengan Nabi di surga tidaklah mudah  karena orang yang berttangga dengan Nabi harus memiliki kedudukan dan derajatt yang tinggi, diperlukan amalan yang banyak dan ikhklas. Sebagai contoh kisah sahabat Nabi yang ingin menjadi tetangga Nabi di surga, maka Nabi memerintahkan untuk memperbanyak amalan yaitu sujud (shalat).

Baca Juga Apa itu Tauhid dan Keutamaanya?

Dari Rabi’ah bin Ka’ab al-salami radhiyallahu’anhu, bahwa dia mengungkapkan pengalamannya ketika bersama rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam:

” كُنْتُ أَبِيتُ مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَأَتَيْتُهُ بِوَضُوئِهِ وَحَاجَتِهِ ، فَقَالَ لِي : سَلْ ، فَقُلْتُ : أَسْأَلُكَ مُرَافَقَتَكَ فِي الْجَنَّةِ ، قَالَ : أَوْ غَيْرَ ذَلِكَ ، قُلْتُ : هُوَ ذَاكَ ، قَالَ : فَأَعِنِّي عَلَى نَفْسِكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ  “.  رواه مسلم ).

Artinya suatu hari saya bermalaam dengan rasulullah shalallahu ;alaihi wa salam, aku mendatangi beliau sambil membawa air wudhu dan kebutuhan beliau. Maka Nabi mengatakan kepadaku “mintalah” maka aku jawab aku minta kepadamu supaya aku menjadi temanmu di surga (dekat dengan Nabi). Beliau menipali “apakah ada yang lain?” aku menjawan “itu saj ayng aku minta” maka beliau bersabda “ kalau begitu, maka bantulah aku untuk dirimu dengan memperbanyak sujud” (H.R Muslim)

Sungguh luar biasa permintaan rabi’ah beliau tidak meminta harta, jabatan dan kesenangan dunia lainnya , akan tetapi yang dia minta Cuma satu yaitu masuk surga bersama beliau. Sebagai orang tua yang memiliki naka perempuanpun bisa menjadi penduduk surga bersama Nabi. Sebagaiman dalam sebuah hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda

مَنْ عَالَ جَارِيَتَيْنِ حَتَّى تَبْلُغَا جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَنَا وَهُوَ وَضَمَّ أَصَابِعَهُ

Artinya “ Barangsiapa mengayomi / merawat dua anak yatim hingga dewasa maka dia akan datang pada hari kiamat bersamaku” (Anas berkata : Nabi menggabungkan jari jemari beliau) [H.R Muslim]

Imam An Nawawi rahimahullah mengatakan “hadits ini mneunjukan keutamaan berbuat baik kepada anak perempuan, memeberi nafkah kepada mereka, serta bersabar dalam mengurus seluruh urusan mereka”

Yang dimaksud dengan mengayomi anak perempuan adalah menunaikan hak-hak mereka seperti makan, pakaian, pendidikan dan lain-lain.

Maka bersyukurlah orang tua karena bia mendapatkan keutamaan anak perempuan

annashihah.com

Dalam hadits yang lain yang menerangkan kedudukan wanita dalam islam adalah dari Aisyah radihiyallahu ‘anha bahwa ia bertutur

جَاءَتْنِى امْرَأَةٌ وَمَعَهَا ابْنَتَانِ لَهَا فَسَأَلَتْنِى فَلَمْ تَجِدْ عِنْدِى شَيْئًا غَيْرَ تَمْرَةٍ وَاحِدَةٍ فَأَعْطَيْتُهَا إِيَّاهَا فَأَخَذَتْهَا فَقَسَمَتْهَا بَيْنَ ابْنَتَيْهَا وَلَمْ تَأْكُلْ مِنْهَا شَيْئًا ثُمَّ قَامَتْ فَخَرَجَتْ وَابْنَتَاهَا فَدَخَلَ عَلَىَّ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- فَحَدَّثْتُهُ حَدِيثَهَا فَقَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- « مَنِ ابْتُلِىَ مِنَ الْبَنَاتِ بِشَىْءٍ فَأَحْسَنَ إِلَيْهِنَّ كُنَّ لَهُ سِتْرًا مِنَ النَّارِ »

Artinya “seorang wanita miskin datang kepadaku dengan membawa dua anak perempuannya, lalu aku memberinya tiga buah kurma.  Kemudian sang ibu memberikan untuk anaknya masing-masing satu kurma, dan kurma hendak ia makan, akan tetapi kedua anaknya meminta kurma tersebut. Maka siibupun memebagi dua untuk anaknya. Peristiwa itu membuat diriku takjub, sehingga aku ceritakan kepada rasulullah shalllahu ‘alaihi wa salam mengenai si ibu tadi, maka beliau bersabda “ sesunggunya Allah telah menetapkan baginya surga dan dibebaskan dari api neraka”. (H.R Muslim).

Bagi kaum muslimin siapa saja yang dikaruniai anak perempuan makan berbahagialah dan bersyukur, karena sungguh, mereka bisa menjadi penghalang dari api neraka serta bisa menjadikan orang tuanya masuk surga bersama rasulullah.

Kenapa mendidik anak perempuan bisa menjadi penghalang dari neraka dan masuk surha?

Menurut beberapa ulama ada sebab kenapa demikian diantaranya

  1. Mendidik agama anak perempuan lebih sulit. Yang dimaksud adalh mendidik ilmu agama dan keteguhan hati
  2. Wanita lebih senang dan tergoda dengan silaunya dunia
  3. Wanita tidak stabil makanya laki-laki di suruh meluruskan sebagaimana dalam hadits bahwa wanita itu tercipta dari tulang rusuk yang bengkok.
  4. Umumnya anak laki-laki lebih mudah diandalkan dari pada anak perempuan
  5. Anak perempuan merupakan ujian bagisebagian orang tua yang tidak suka dengan kehadirsan anak perempuan dan gembira ketika mendapat anak laiki-laki. Imam an Nawawi mengatakan “anak perempuan disebut sebagai ujian karena umumnya manusia tidak menyukai mereka”. Berdasarkan firman Allah

وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُمْ بِالأُنثَى ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدّاً وَهُوَ كَظِيمٌ يَتَوَارَى مِنَ الْقَوْمِ مِن سُوءِ مَا بُشِّرَ بِهِ أَيُمْسِكُهُ عَلَى هُونٍ أَمْ يَدُسُّهُ فِي التُّرَابِ أَلاَ سَاء مَا يَحْكُمُونَ

“Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah , Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup) ? Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu “ (An Nahl:58)

 

Kedua Wanita menjadi penyempurna agama suaminya

kedudukan wanita dalam islam yang kedua yaitu saat dewasa menjadi penyempurna agama suaminya

Sebagaimana dalam sebuah hadits Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda

من رزقه الله امرأة صالحة فقد أعانه على شطر دينه فليتق الله في الشطر الباقي

Artinya : jika seseorang menikah sungguh dia telah menyempurnakan separuh agama, maka bertaqwalah kepada Allah pada separuh yang lain”. (H.R Baihaqi, dinilai shahih oleh Syaikh Al Albani).

Dengan menikah berarti laki-laki bterlindungi dari berbuat zina karena ia bisa melampiaskannya kepada yang halal yaitu istrinya.

Imam Al Qurtubi menjelaskan “menikah melindungi orang dari zina, sementara menjaga kehormatan dari zina membuat seseorang dijamin surga oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Beliau menegaskan siapa yang dilindungi oleh Allah dari dua bahaya (yaitu dampak buruk mulut dan kemaluan) akan masuk surga”.

 

Ketiga surga di bawah telapak kaki ibu

kedudukan wanita dalam islam yang ketiga adalah saat dia menjadi seorang ibu. Seorang ibu sangat mulia di dalam islam, bahkan dalam sebuah hadits ibu itu lebibh didahulukan baktinya tiga kali dari ayah. Berkat pengorbanan dan kasih sayangnya ibu tidak akan pernah tergantikan. Seorang ibu mampu merawat sepuyluh anak, akan tetapi belum tentu sepuluh anak mampu merawat seorang ibu. Karena itulah bakti kepada ibu sangat diutamakan, ssampai-sampai surga berada di telapak kaki ibu. Itulah besarnya kasih sayang ibu terhadap anaknya, ketika sakit seorang ibu bisa merawat anaknya dengan seang hati sebalinya jika ibunya sakit sebagian orang akan enggan atau kalau merawatpun tidak seperti ibunya.

Hadits yang menerangkan bahwa surga di teplapak kai ibu adalah dho’if (lemah) adalah hadits berikut

 

رُوِيَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ  قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ :  الجَنَّةُ تَحْتَ أَقْدَامِ اْلأُمَّهَاتِ

Artinya “Diriwayatkan dari Anas bin Mâlik Radhiyallahu anhu bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Surga ada di bawah telapak kaki para ibu.” Hadits dhoi’if

Ada hadits lain yang sanadnya dinilai hasan oleh syaikh Al Albani dari muawiyah bin jahimah as-salami, jahimah menemui Nabi dan bertanya

 

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَدْتُ أَنْ أَغْزُوَ وَقَدْ جِئْتُ أَسْتَشِيرُكَ فَقَالَ هَلْ لَكَ مِنْ أُمٍّ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَالْزَمْهَا فَإِنَّ الْجَنَّةَ تَحْتَ رِجْلَيْهَا

Artinya “ wahai Rasulullah aku ingin berjihad, aku datang kesini untuk meminta pendapatmu. Beliau berkata “ apakah kamu masih punya ibu? “ya” jawabnya. Beliau bersabda “Maka  berbktilah kepadanya, karena sesungguhnya surga itu ada di telapak dua kaki ibu” (H.R An-Nasai)

Itulah kedudukan wanita dalam islam memiliki kedudukan yang tinggi saat masih kecil sampai tua menjadi seorang ibu.

Kita sebagai anak harus berbakti sama ibu kita, jangan menyakitinya dan bagi orang tua memeiiki anak perempuan adalah anugrah yang besar karena bisa mengantarkan masuk surga dan penghalang dari neraka

Refrensi

Buku fiqih kesehatan wanita karya dr. raehanul Bahrain (pendahuluan Kedudukan Wanita dalam islam)

Muslim.or.id

Ditulis oleh Al Faqir illalllah

Semoga bermanfaat

baca juga artikel yang lainnya ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *